Home » Tips Seksual » 6 Cara Perbesaran Penis

6 Cara Perbesaran Penis

Pembesar PenisMemiliki ukuran penis yang besar adalah hal yang membanggakan bagi kaum pria. Meski di mana-mana terdapat pendapat bahwa size doesn’t matter, sebenarnya setiap pria mendambakan ukuran penis yang lebih besar. Bagi pria, ukuran penis yang besar, selain sebagai trofi kebanggaan, juga berpengaruh terdapat kepercayaan diri  pada saat berhubungan seksual dengan partnernya. Kepuasan istri juga diharapkan bertambah karena dengan ukuran yang besar, partner seks akan merasakan stimulasi yang lebih besar karena terdapat kontak yang lebih besar dan lebih lekat. Lalu masalah muncul ketika penis seorang pria dianggap terlalu kecil. Kepercayaan diri pun mengecil dan pria tersebut menginginkan ukuran penis yang lebih besar.

Ukuran penis bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. Terdapat perbedaan ukuran alat vital dari orang-orang yang berasal dari ras yang berbeda. Jika satu dan yang lainnya dibandingkan, perbandingan tersebut tidaklah relevan. Sementara kita mengambil referensi ukuran penis dari video biru yang pemainnya merupakan orang dari ras kaukasia yang memiliki ukuran penis cukup besar. Rata-rata ukuran penis pria di Indonesia berkisar antara 11 hingga 14 sentimeter. Memang relatif lebih kecil dibandingkan pria dari ras lainnya. Jika anda belum berusia 21 tahun, anda tidak perlu khawatir karena penis anda akan tetap berkembang hingga usia anda 21 tahun. Namun apa yang bisa anda lakukan jika pertumbuhan penis anda sudah berhenti karena faktor usia?

Terdapat keyakinan di kalangan peneliti perilaku seksual bahwa terdapat kemungkinan bahwa penis akan berkembang meski usia perkembangan sudah berakhir. Pendapat tersebut tidak mengacu kepada metode pembesaran penis secara buatan, tetapi perbesaran alami yang bersifat permanen. Rupanya perbesaran penis yang secara alami ini dianalogikan dengan prinsip dari bodybuilding. Penis terdiri dari otot-otot dan urat-urat yang jika dilatih bisa mengalami perbesaran sebagaimana bodybuilding bisa membesarkan otot-otot di badan anda. Cara-cara pembesaran penis yang bisa dikaitkan dengan prinsip ini adalah latihan penis dan operasi. Sementara itu terdapat beberapa metode yang menggunakan hal yang kurang diapresiasi dalam dunia kedokteran karena belum diketahui keamanannya. Cara tersebut adalah obat-obatan, suplemen, dan lotion pembesar topikal.

Prinsip pembesaran penis memiliki analogi dengan body building. Ketika otot tertarik ke arah tertentu secara berulang-ulang akibat latihan fisik, maka kekosongan jaringan akan terjadi di bagian yang tertarik. Sel tubuh manusia yang pintar dan selalu berkembang melihat kesempatan ini dan menggunakannya untuk berkembang dan memenuhi kekosongan dengan membuat sel-sel baru. Rupanya kondisi tersebut sangatlah masuk akal di duniia medis. Jadi jika anda ingin memperbesar penis anda dengan cara yang aman, anda harus berlatih keras dengan dedikasi yang tinggi agar usaha memperbesar penis anda bisa berhasil.
Ada banyak sekali jenis terapi fisik yang bisa digunakan untuk memperbesar penis. Meski tidak ada bukti yang konkrit mengenai efektivitas teknik-teknik tersebut, teknik-teknik tersebut memiliki beberapa dukungan dari kalangan ilmuwan mengenai idenya yang cukup masuk akal. Teknik-teknik tersebut meliputi penarikan, latihan berat, peningkatan tekanan darah, dan pemompaan.

Teknik Pemompaan
Teknik pemompaan menggunakan sebuah alat pembesar penis yang berupa silinder dan pompanya yang memiliki mekanisme motor atau manual untuk membentuk area vakum pada sekitar penis dan memperbesarnya. Ada banyak jenis pompa penis, yang manapun memiliki efek yang sama. Mekanisme kerja dari alat pembesar penis pompa penis tersebut adalah membuat ruang vakum yang bisa merangsang peningkatan tekanan darah pada penis. Pompa ini seringkali digunakan untuk mengatasi gejala impotensi secara temporer. Bagaimanapun penggunaan pompa secara berlebihan untuk memperbesar penis bisa menyebabkan kerusakan vaskuler atau kerusakan pembuluh darah. Sebuah penelitian yang melibatkan 37 pria yang gemar menggunakan vakum memberikan hasil bahwa penambahan sebanyak 0.5 sentimeter hanya terjadi pada 30% dari peserta penelitian tersebut. Pada penelitian lainnya, hasil yang berbeda ditemukan dengan penambahan yang cukup signifikan tetapi dengan efek samping sakit pada organ penis.

Jelqing
Yang kedua adalah jelqing. Jelqing adalah terapi fisikal yang mengincar peningkatan tekanan dan sirkulasi darah. Jelqing melibatkan gerakan memeras penis dari ujung batang hingga ke kepala penis. Terdapat juga alat pembesar penis yang dibuat untuk mendapatkan efek ini yaitu alat milking. Tujuan dari jelqing adalah menciptakan ruangan kosong dalam penis agar darah dan jaringan penis bisa berkembang mengisi kekosongan. Jelqing bisa dilakukan dengan meremas penis dan menggerakkan remasan ke berbagai arah. Inti dari jelqing adalah sama dengan teknik menarik penis ke arah tertentu untuk memperbesarnya.

Senam Kegel
Cara ketiga adalah senam kegel. Meski sebenarnya didesain untuk wanita, latihan otot panggul dan alat kemaluan bisa didapat dengan melakukan senam kegel. Senam kegel melibatkan mengejangkan otot di bagian bawah penis sehingga timbul kontraksi. Kontraksi tersebut harus ditahan selama beberapa waktu sebelum dilepaskan. Dengan melakukan senam kegel secara berulang-ulang, dipercaya otot penis menjadi semakin kuat dan sirkulasi darah menjadi semakin baik. Karena sirkulasi darah yang baik jaringan penis akan mendapat nutrisi yang lebih baik dan memungkinkan perkembangan ukuran.

Angkat Beban
Pelatihan otot bisa dilakukan dengan menggunakan barbel kecil yang khusus digunakan untuk penis. Penggunaan barbel dan pemberat lainnya dianggap dapat membuat otot semakin kuat karena otot akan terlatih tidak hanya untuk mengangkat berat penis saja tetapi juga berat barbelnya. Barbel atau pemberat bisa digantungkan di batang penis dan latihan bisa dilakukan dengan mengejangkan otot agar penis kontraksi dan mengangkat beban tersebut.

Clamping
Berikutnya adalah teknik yang lebih berbahaya yaitu clamping. Teknik penjepitan atau clamping ini melibatkan alat untuk menghambat aliran darah. Mekanisme dari teknik penjepitan adalah menggunakan semacam tali atau karet dan memasangnya dengan kencang pada pangkal penis ketika ereksi. Hal ini dilakukan agar darah tetap terjebak dalam penis dan tidak keluar lagi. Setelah terpasang, penis bisa mulai dimasturbasi agar menghasilkan perbesaran. Hal ini cukup berbahaya karena bisa terjadi kerusakan penis karena darah yang terjebak adalah darah kotor. Bagaimanapun efektivitasnya belum ada yang berusaha membuktikan karena faktor bahaya yang mengintai pelaku teknik seperti ini.

Obat dan Operasi
Berikutnya terdapat cara lain yang menggunakan intervensi dari ilmu kedokteran seperti operasi dan obat-obatan. Ketika anda memutuskan untuk operasi terdapat kemungkinan bahwa operasi dari penis bisa menyebabkan kerusakan permanen dan komplikasi penyakit tertentu. Meski hasil yang diberikan dari operasi menghasilkan perbesaran yang cukup pasti dan signifikan, anda bisa mengalami kerusakan syaraf dan kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan impotensi permanen. Kelainan struktur penis juga bisa terjadi jika perubahan yang terjadi tidak proporsional. Sementara itu penggunaan obat masih belum diketahui apakah efeknya positif atau negatif. Yang kita tahu bahwa penggunaan obat yang berlebihan bisa menyebabkan kegagalan ginjal dan hati karena pada dasarnya obat adalah racun.
Apapun cara yang anda lakukan, selalu konsultasikan ke dokter anda dan pertimbangkan apakah ada efek samping tertentu. Puaslah dengan ukuran penis yang diberikan Tuhan kepada anda.


Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda?, Ingin Bertahan lama diatas ranjang..? Ingin Menjadi lebih perkasa ketika bercinta?
Silahkan Klik
Disini!!