Home » Tips Seksual » 6 Gejala Ejakulasi Dini

6 Gejala Ejakulasi Dini

6 Gejala Ejakulasi DiniBanyak sekali masalah dalam sebuah kehidupan seksual. Sebagian besar masalah terjadi karena adanya gejala ejakulasi dini yang menimpa pria. Akan tetapi, tidak sedikit pria yang tidak mengerti bahwa dirinya mengalamai gejala-gejala terjadinya ejakulasi dini yang menimpa dirinya. Pria-pria tersebut biasanya bersikap acuh terhadap munculnya gejala tersebut. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak mempermasalahkan gejala penyakit ini. Hal ini sangat disayangkan, karena ejakulasi dini adalah sebuah penyakit yang membawa masalah besar dalam kehidupan percintaan. Dapat dibayangkan, bahwa sebuah hubungan percintaan yang dialami oleh pria yang memiliki penyakit ejakulasi dini akan membawa derita bagi wanitanya. Sang wanita tidak akan pernah mengalami kepuasan dalam kehidupan bercinta, sedangkan sang pria akan dengan sangat mudah mendapatkan klimaks dalam sebuah hubungan badan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai 6 gejala ejakulasi dini yang dapat terjadi pada pria. Dengan adanya bahasan mengenai gejala penyakit ini, diharapkan para penderita gejala ini dapat lebih memperhatikan keadaan mereka, sehingga mereka dapat pulih dan mendapatkan kondisi lebih baik. Hal ini sangat penting, karena dalam sebuah hubungan badan kepuasan dua belah pihak sangat diutamakan. Dengan adanya kepuasan sepihak, dapat dipastikan bahwa hubungan sebuah pasangan tidak akan bisa berjalan dengan lancar, karena pihak wanita akan merasa bahwa kebutuhan seksual mereka tidak bisa terpenuhi oleh lelaki tersebut.

Ejakulasi Terjadi Sebelum Wanita Orgasme
Salah satu gejala ejakulasi dini yang sangat umum terjadi dalam kehidupan adalah tercapainya ejakulasi oleh pria yang terjadi sebelum pasangan wanita mereka mencapai orgasme. Mungkin bagi sebagian pria, hal ini dianggap bukan masalah besar. Mereka tidak terlalu mementingkan kepuasan wanita mereka, karena yang mereka pikirkan hanyalah kepuasan pribadi. Bagaimanapun juga, pendapat ini sangat tidak benar. Dalam sebuah hubungan seksual, terjadinya ejakulasi oleh pria dan orgasme oleh wanita seharusnya berjalan secara seimbang. Akan lebih baik apabila sang wanita mencapai orgasme terlebih dahulu, karena wanita memiliki kemampuan untuk mendapatkan orgasme lebih dari satu kali dalam sebuah hubungan seksual. Dengan demikian, tidak masalah apabila wanita mendapatkan orgasme terlebih dahulu sebelum pria.

Apabila sang pria mendapatkan gejala ejakulasi dini seperti ini, sebaiknya pria tersebut segera bertindak. Banyak tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal semacam ini. Salah satunya adalah dengan menahan ejakulasi dini untuk datang lebih cepat dari biasanya. Sebagian besar pria bukan mengalami gejala ini secara alami. Mereka memang menginginkan tercapainya ejakulasi secara cepat. Hal ini adalah salah. Seharusnya mereka lebih menikmati aktivitas seksual bersama pasangan mereka, sehingga ada kemungkinan terjadinya ejakulasi dan orgasme secara bersama-sama. Apabila gejala ini tidak dapat ditekan, solusi terbaik adalah menghubungi dokter spesialis yang menangani kasus seperti ini.

Ereksi Cepat
Ereksi yang cepat terjadi tanpa adanya rangsangan seksual yang berarti adalah sebuah gejala ejakulasi dini yang tidak disadari banyak pria. Mereka justru menganggap bahwa kemampuan mereka ini sangat hebat. Padahal, seharusnya ereksi yang alami bersifat natural. Bagi pria, kegiatan seksual dapat dipicu oleh rangsangan secara fisik maupun rangsangan secara visual. Akan tetapi, rangsangan visual yang sedikit seharusnya tidak boleh membawa ereksi terlalu cepat. Apabila hal ini memang terjadi kepada penderita, sebaiknya sang penderita langsung menekan nafsu mereka. Biasanya, orang akan melampiaskan nafsu mereka dengan melakukan masturbasi. Apabila nafsu kecil seperti ini dipuaskan, maka yang terjadi adalah bertambah parahnya gejala ejakulasi yang terjadi kepada sang penderita.

Tanpa Stimulasi Seksual
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, ereksi yang didapatkan dengan mudah adalah sebuah pertanda buruk bagi sang penderita ejakulasi dini. Bagaimanapun juga, tingkat kepekaan setiap orang tidak sama. Sebagian orang bisa mendapatkan ereksi dengan mudah, dan orang lainnya malah mengalami susah ereksi. Hal ini adalah sebuah hal yang serupa dengan penyakit ejakulasi dini. Sebagian orang mengalami ejakulasi secara cepat, dan orang yang normal bisa mengendalikan diri mereka sehingga proses ejakulasi bisa diundur dalam waktu yang relative lama. Akan tetapi ada beberapa orang yang mengalami gangguan dalam sistem seksual mereka. Gejala ejakulasi dini yang lebih parah adalah adanya ejakulasi yang terjadi walaupun tidak ada stimulasi seksual.

Bagi sebagian orang normal, ejakulasi tanpa adanya stimulasi seksual dapat terjadi apabila memang rangsangan visual yang didapatkan lebih banyak dibandingkan rangsangan yang seharusnya didapatkan. Namun, ada juga orang yang mengalami gejala ejakulasi dini melalui tanda ejakulasi yang terjadi tanpa stimulasi seksual. Apabila hal ini terjadi, ini berarti sang penderita sudah mengalami penyakit yang cukup parah. Tanpa adanya stimulasi seksual, seharusnya proses ejakulasi tidak bisa terjadi. Apabila keadaan sudah separah ini, sebaiknya sang penderita langsung segera menemui dokter yang memang sudah ahli dalam kasus seperti ini.

Tetes Urin Setelah Buang Air
Ada beberapa gejala ejakulasi dini yang tidak normal yang terjadi pada penderita ejakulasi dini. Salah satunya adalah munculnya tetes urin setelah buang air kecil. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena sebagian besar penderita ejakulasi dini tidak mendapatkan gejala ini. Namun ada baiknya apabila mengalami gejala seperti ini, sebaiknya anda langsung mengkonsultasikan kejadian ini kepada dokter yang bertanggung jawab menangani kasus seperti ini. Normalnya, saluran kencing dan saluran seksual terpisahkan oleh sebuah selaput di dalam alat kelamin. Sebagai bukti, apabila pria sedang dalam keadaan ereksi, maka mereka akan susah atau tidak bisa mengeluarkan urin di tubuh mereka. Apabila dalam keadaan ereksi seorang pria bisa melakukan buang air kecil, maka dapat dipastikan tubuh pria tersebut dalam keadaan tidak normal.

Pikiran yang Menghambat
Pikiran dari dalam juga membawa pengaruh yang sangat besar dalam sebuah aktivitas seksual. Sebagai contoh, apabila seorang pria mengalami tekanan pikiran, maka tentu saja aktivitas seksual juga akan terganggu. Orang yang sedang dilanda masalah akan merasa lebih terbebani dalam sebuah aktivitas seksual. Tanpa adanya pikiran yang mengganggu, seharusnya aktivitas seksual dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. Ejakulasi pun seharusnya dicapai dalam waktu yang lebih lama. Apabila pikiran dari pria tersebut terbebas dari segala beban, namun masih saja ada gangguan dalam bercinta, tentu saja ini adalah sebuah gejala ejakulasi dini yang harus cepat ditangani. Tanpa adanya campur tangan dokter, maka penyakit ini bisa bertambah parah dalam jangka waktu yang cukup pendek.

Pergantian Posisi tidak Mempengaruhi
Pergantiap posisi dalam hubungan badan seharusnya memberikan waktu kepada pria untuk mengulur waktu dan beristirahat dari rangsangan seksual. Apabila dalam sebuah hubungan seksual, pergantian posisi tidak memberikan tambahan waktu dan tidak membawa pengaruh besar dalam menunda proses ejakulasi, maka gejala ejakulasi dini sudah terjadi kepada sang pria. Oleh karena itu, kejadian seperti ini harus cepat ditangani. Mungkin kejadian seperti ini sangat wajar terjadi dalam sesekali hubungan badan. Namun apabila kejadian ini terus berulang, maka penanganan lebih lanjut oleh pihak professional sangat dibutuhkan.


Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda?, Ingin Bertahan lama diatas ranjang..? Ingin Menjadi lebih perkasa ketika bercinta?
Silahkan Klik
Disini!!