Home » Impotensi » 3 Gejala Impotensi Yang Mudah Dikenali

3 Gejala Impotensi Yang Mudah Dikenali

Gejala ImpotensiKesehatan merupakan salah satu hal terpenting bagi kehidupan kebanyakan orang. Meskipun begitu; masalah kesehatan dapat dialami oleh siapapun. Ada beberapa masalah kesehatan yang lazim ditemui; beberapa diantaranya hanya dapat dialami oleh gender tertentu seperti masalah disfungsi ereksi atau impotensi. Masalah disfungsi ereksi ini tidak dapat dianggap enteng karena dapat mengakibatkan masalah keharmonisan hubungan antara suami dan istri dalam suatu keluarga.

Ketidakmampuan suami untuk menjalankan kewajibannya dalam memberi nafkah batin kepada istri dapat memicu berbagai masalah seperti istri yang merasa kurang puas secara seksual ataupun rasa percaya diri suami yang terus menurun. Mengenali gejala impotensi dapat menjadi hal yang sangat penting bagi siapapun yang tidak ingin mengalami masalah disfungsi ereksi berlarut – larut.

Dengan mengenali gejala impotensi sedini mungkin maka tindakan perawatan atau pencegahan masalah disfungsi ereksi ini menjadi semakin parah dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan perawatan yang lebih awal maka seorang pria dapat terhindar dari masalah disfungsi ereksi yang berlarut – larut atau memiliki tingkat keparahan yang tinggi.

Selain itu; mengenali sebab – sebab yang dapat memicu masalah disfungsi ereksi serta solusi – solusi praktis dan sederhana untuk mengatasi masalah ini juga dapat menjadi hal yang sangat berguna bagi para pria dan pasangan suami istri yang ingin memiliki kualitas hubungan seks yang baik dan memuaskan.

Beberapa gejala impotensi seringkali muncul mengikuti munculnya masalah – masalah kesehatan tertentu seperti diabetes melitus ataupun masalah pada prostat. Sklerosis ganda serta gangguan pada tulang belakan juga dapat memicu terjadinya masalah disfungsi ereksi. Konsumsi obat – obatan yang digunakan untuk merawat atau mengelola masalah kesehatan tertentu seperti obat hipertensi juga dapat menimbulkan masalah disfungsi ereksi pada seorang pria.

Obat – obat penenang atau anti depresi juga dapat mempengaruhi kemampuan penis untuk melakukan ereksi karena efek samping yang ditimbulkan pada fungsi syaraf. Sedangkan masalah psikis seperti depresi, kecemasan serta rasa percaya diri yang rendah terkait dengan kemampuan menjalankan kegiatan seksual dapat pula memicu terjadinya masalah disfungsi ereksi. Gaya hidup yang kurang sehat seperti kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman keras serta obat – obatan terlarang juga dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk melakukan ereksi dan memicu masalah disfungsi ereksi.

Melakukan perawatan atau terapi begitu terdapat gejala impotensi yang terjadi dapat menjadi pilihan yang sangat bijaksana. Memerikasakan diri ke dokter merupakan tindakan yang sangat dianjurkan; namun seringkali seorang pria merasa malu mencari solusi masalah disfungsi ereksi dengan mengunjungi dokter dan memilih solusi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

Tindakan medis terkait dengan disfungsi ereksi sperti pemeriksaan darah, pemeriksaan fisik terhadap penis ataupun tindakan USG pada penis dapat dilakukan guna mencari penyebab dan menemukan solusi terbaik untuk mengatasi ketidakmampuan ereksi yang dialami oleh seseorang.

Ada beberapa pilihan terapi disfungsi ereksi yang dapat diambil begitu terdapat gejala impotensi yang terdeteksi. Salah satunya adalah dengan melakukan terapi hubungan intim bagi pasangan dengan masalah disfungsi ereksi pada pria.

Terapi hormon juga dapat dijadikan pilihan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang dialami seseorang; tindakan medis seperti pembedahan juga dapat dilakukan meskipun akan memakan biaya besar serta faktor resiko yang tinggi.

Tingkat keparahan dari disfungsi ereksi yang dialami serta diagnosa terkait penyebab dari disfungsi ereksi akan sangat membantu menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Melakukan terapi dengan konsumsi obat herbal juga dapat menjadi solusi alternatif guna menekan resiko efek samping dari pengobatan secara medis dengan obat – obatan kimia.

Adapun gejala impotensi pertama yang paling mudah dideteksi adalah terjadinya ketidakmampuan penis untuk melakukan ereksi. Tingkat keparahan dari ketidakmampuan ereksi ini dapat sangat beragam; hal ini biasanya terjadi karena rongga di dalam penis yang seharusnya terisi darah yang terpompa gagal terisi oleh darah.

Masalah ini dapat terjadi karena tekanan darah yang kurang kuat ataupun masalah pada rongga dalam penis yang seharusnya terisi oleh darah yang terpompa. Masalah syaraf yang berfungsi menyalurkan rangsangan dan meningkatkan volume darah ke arah penis juga dapat menimbulkan kegagalan penis untuk ereksi.

Adapun gejala impotensi yang kedua adalah ketidakmampuan penis untuk mempertahankan ereksi dalam durasi yang cukup lama. Pada dasarnya; ketidakmampuan penis untuk melakukan ereksi dapat terjadi  pada saat – saat tertentu ataupun kegagalan mempertahankan ereksi secara terus menerus. Kegagalan mempertahankan ereksi lebih dari 3 menit atau kurang dari 30 kali pompaan ketika melakukan hubungan suami istri juga dapat menjadi tanda dari masalah disfungsi ereksi.

Kondisi ini dapat diatasi dengan melatih mempertahankan ereksi serta mengelola tingkat rangsangan yang diterima penis agar dapat menahan ejakulasi lebih lama ketika melakukan hubungan suami istri. Solusi alternatif lain adalah membantu istri untuk lebih cepat mendapatkan orgasme; menambah rangsangan di titik – titik tertentu yang disukai dapat membantu kedua belah pihak mencapai orgasme dengan lebih cepat.

Sedangkan gejala impotensi yang ketiga adalah tidak mengalami ereksi pagi. Ereksi pagi juga disebut sebagai nocturnal penile tumescence yang merupakan tanda bahwa fungsi fisiologis tubuh terkait dengan organ dan sistem reproduksi pria yang berada dalam kondisi sehat dan baik. Pria dapat mengalami 3 hingga 5 kali ereksi selama tidur malam dengan durasi hingga 25 menit dalam sekali ereksi; hal ini menunjukkan bahwa organ dan fungsi seksual pria tersebut dalam kondisi yang baik atau normal.

Seorang pria yang tidak mengalami ereksi pagi biasanya mengalami disfungsi ereksi yang disebabkan karena faktor fisik; sedangkan pria dengan masalah disfungsi ereksi ketika berhubungan seksual namun masih mengalami ereksi pagi secara rutin biasanya mengalami masalah psikologis yang berdampak pada ketidakmampuan ereksi ketika berhubungan seks.

Mengenali gejala – gejala impotensi yang dialami oleh seorang pria dapat menjadi sumber informasi atau acuan dalam memilih terapi atau sistem perawatan yang terbaik atau cocok bagi masalah disfungsi ereksi yang dialami. Seorang pria dengan gejala disfungsi ereksi berupa tidak mampu mendapatkan ereksi pada saat akan melakukan hubungan intim namun masih mengalami ereksi pagi akan membutuhkan terapi psikologis guna menemukan penghalang dari fungsi ereksi ketika akan melakukan hubungan intim. Mencari penyebab dari kegagalan melakukan ereksi yang terjadi dalam kondisi sadar dapat memecahkan masalah disfungsi ereksi karena efek psikologis.

Adapun gejala impotensi yang menunjukkan adanya masalah fisik terkait dengan kesehatan organ dan sistem dari seorang pria juga dapat membantu menemukan atau memilih terapi disfungsi ereksi yang sesuai. Memperbaiki gaya hidup dengan menjalani pola hidup sehat mulai dari mengatur asupan nutrisi, menjalani kegiatan olahraga yang teratur dan terukur serta memutus kebiasaan buruk seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol serta konsumsi obat terlarang dapat memperbaiki kondisi kesehatan seorang pria. Mengkonsumsi suplemen atau obat herbal untuk membantu fungsi ereksi juga dapat dilakukan selama produk yang dipilih tidak memberikan efek samping yang merugikan kesehatan secara keseluruhan.


Anda Serius Ingin Mengakhiri Ejakulasi Dini?, Ingin Memuaskan Istri Yang Anda Cintai? Ingin Berhubungan Intim Berjam-Jam?
Silahkan Klik
Disini
 

Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda? Klik Disini