Home » Ejakulasi Dini » 10 Hal Penting Mengenai Apa Itu Ejakulasi Dini

10 Hal Penting Mengenai Apa Itu Ejakulasi Dini

10 Hal Penting Mengenai Apa Itu Ejakulasi DiniEjakulasi dini menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan pria yang sudah beristri. Masalah ini cenderung dialami para pria namun selalu ditutup-tutupi akibat malu atau tidak percaya diri. Padahal, masalah ejakulasi dini bisa menjadi salah satu pemicu penyebab keretakan keluarga. Di satu sisi, pria yang punya masalah dengan ejakulasi dini ingin bisa segera sembuh, namun mereka terlalu malu untuk mengutarakan kepada seorang pakar.

Selain itu, pria yang punya masalah ejakulasi dini cenderung mengambil solusi-solusi yang tidak ingin diketahui oleh orang lain terutama istri, seperti mencari obat penguat dan beberapa produk kebanyakan. Namun sebenarnya, ada beberapa poin penting yang patut diketahui terkait dengan masalah ejakulasi dini. Sehingga seharusnya pria yang punya masalah tersebut bisa mengantisipasi dan memecahkan persoalannya.

1. Ejakulasi Dini Bukan Penyakit
Perlu diketahui bahwa ejakulasi dini bukanlah suatu penyakit. Hal inilah yang membedakan dengan impontensi atau disfungsi ereksi. Impotensi merupakan suatu kondisi ketika penis tak mampu ereksi meskipun sudah mendapatkan stimulus pada bagian-bagian sensitif. Biasanya, impotensi diderita oleh para pria yang telah berumur sangat tua.

Meskipun dalam beberapa kasus khusus, pria berusia muda juga bisa mengalaminya. Nah, hal tersebutlah yang membedakan dengan ejakulasi dini yang bisa dialami oleh pria berbagai usia. Selain itu, ejakulasi dini merupakan kondisi penis yang mampu ereksi secara normal namun tidak mampu bertahan lama. Bahkan sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kebanyakan pria sebenarnya hanya bisa bertahan sekitar 2 menit setelah penetrasi.

Namun ejakulasi dini bisa diantisipasi dan dilatih sehingga mampu bertahan lama, tentunya dengan beberapa solusi yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Intinya, ejakulasi dini bukanlah penyakit. Namun ejakulasi juga bisa dipicu oleh faktor-faktor penyakit dalam tubuh.

2. Nafsu Berlebihan
Sering diasumsikan bahwa nafsu yang kurang berpengaruh pada ejakulasi dini. Padahal, pendapat tersebut justru salah. Kebanyakan kasus ejakulasi dini terjadi akibat nafsu berlebihan dari pria saat mencumbu pasangan. Aktivitas seks yang terburu-buru cenderung menjadi susah untuk dikendalikan, dan pada akhirnya berpengaruh pada ejakulasi dini.

Biasanya, situasi tersebut dialami oleh pasangan muda yang baru menikah, atau ketika dalam situasi mendesak namun pria sukar untuk mengendalikan nafsu. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan aktivitas seks saat kondisi tubuh dan pikiran sedang tenang, ataupun jika dalam nafsu berlebih, tetaplah untuk berpikiran jernih. Sehingga nantinya bisa menghindari risiko fatal seperti sperma yang keluar belum waktunya.

3. Kurangnya Pengalaman
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, faktor pengalaman sangatlah penting dalam mengendalikan ejakulasi dini. Hal itulah yang sering dialami oleh pria muda yang baru saja menikah. Ketidaktahuan mengenai aktivitas seks dan cara mengendalikan diri cenderung hanya menyebabkan hubungan ranjang yang tergesa-gesa. Selain itu, kurangnya pengalaman cenderung menjadi ajang coba-coba yang bisa berakibat rangsangan prematur pada titik-titik sensitif.

4. Level Sensitivitas
Nah, sensitifitas pria dan perempuan berbeda, apalagi ketika sudah saling mencumbu di atas ranjang. Umumnya, seorang perempuan akan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum bisa mencapai titik orgasme. Mungkin itu sekitar 5 hingga 15 menit.

Sedangkan pria yang sudah melakukan penetrasi biasanya akan kesulitan dalam mengendalikan ejakulasi. Hal itu disebabkan oleh level sensitivitas yang berbeda dan lebih mudah dirangsang pada pria. Beberapa solusi yang disarankan ialah terapi untuk penetrasi atau menggunakan kondom untuk mengurangi sensitivitas kulit penis.

5. Pengaruh Obat-obatan
Tak jarang jika ejakulasi dini sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Beberapa kebiasaan buruk yang terkait dengan pengaruh obat bisa menyebabkan ejakulasi dini. Namun konsumsi obat untuk kebutuhan kesehatan juga bisa berpengaruh pada kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon tertentu sehingga bisa mengurangi kemampuan ejakulasi. Oleh sebab itu, cermatilah penggunaan obat kesehatan dan tanyakan kepada dokter mengenai kandungan kimia di setiap obat.

6. Waktu Tak Tepat
Aktivitas seks bisa dilakukan kapan saja, dan bahkan di mana saja. Barangkali, sensasi yang ditimbulkan bisa memicu gairah berlebih sehingga diharapkan bisa memuaskan masing-masing pasangan. Sayangnya, kebanyakan aktivitas seks yang dilakukan tidak tepat akan membuat segalanya seperti terburu-buru. Mungkin itu akibat tekanan waktu untuk segera melakukan aktivitas lain, sementara sang pria tak bisa mengendalikan nafsu. Akibatnya, ejakulasi dini bahkan bisa terjadi kurang dari 2 menit.

7. Gelisah dan Gugup
Rasa cemas, trauma, ketakutan berlebihan, dan bermacam kondisi psikologis akan memicu ketidaktenangan saat berhubungan intim. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam. Bisa jadi rasa gelisah dan gugup itu disebabkan oleh perasaan takut hamil. Namun bisa juga dipicu oleh kecemasan tidak mampu memuaskan pasangan. Atau banyak hal sepele lain yang sebenarnya berpengaruh pada ejakulasi dari seorang pria.

8. Posisi Bercinta
Bagaimanapun juga, posisi bercinta sangat berpengaruh pada cepat atau tidaknya sperma keluar. Dalam posisi normal/berbaring/misionaris, biasanya seorang pria bisa bertahan agak lama. Selama beberapa menit penetrasi, hal itu mungkin akan membosankan dan pergantian posisi pun dilakukan. Nah, momen-momen pergantian posisi tersebutlah yang bisa memicu ereksi menjadi tertunda.

Namun saat melakukan posisi berbeda, level sensitivitas akan kembali meningkat. Apalagi jika dilakukan dalam posisi yang menggairahkan seperti doggy style. Oleh sebab itu, setiap pasangan seharusnya bisa melatih dan membiasakan diri dengan beragam posisi bercinta.

9. Faktor Penyakit
Pada pembahasan di atas, sempat dibahas mengenai faktor penyakit yang berpengaruh pada ejakulasi dini. Sudah sangat jelas bahwa penyakit akan membuat kondisi tubuh menjadi kurang berstamina. Akibatnya, ejakulasi dini pun tak mungkin terelakkan. Ada juga beberapa penyakit yang menyerang bagian-bagian syaraf atau fisik sehingga berpengaruh pada sensitivitas.

Oleh sebab itu, pastikanlah untuk selalu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Apalagi jika mengidap penyakit kronis yang masih dalam tahap penyembuhan. Namun bisa juga penyakit terlalu menghantui pikiran sehingga mengganggu kenyamanan selama beraktivitas seks.

10. Olahraga
Olahraga selalu menjadi faktor penentu dalam kebugaran tubuh. Kebanyakan pria yang rajin berolahraga terbukti mampu menjaga ereksi dalam waktu yang cukup lama. Meskipun ada juga beberapa kasus dari mereka yang rajin berolahraga namun punya masalah dengan ejakulasi. Besar kemungkinannya bahwa faktor pikiranlah yang memicu masalah tersebut.

Padahal, aktivitas olahraga sebenarnya bisa melatih kekuatan tubuh dengan stamina yang cukup di atas ranjang. Jangan lupakan juga makanan-makanan penting untuk dikonsumsi. Setiap aktivitas olahraga harus diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Selain itu, gaya hidup sehat haruslah selalu menjadi prioritas jika seorang pria tidak ingin mengalami ejakulasi dini.

Nah, demikianlah sepuluh hal penting yang terkait dengan masalah ejakulasi dini. Kesimpulannya adalah bahwa semuanya sebenarnya tergantung pada pengelolaan pikiran selama beraktivitas di atas ranjang. Namun semuanya juga perlu ditunjang oleh stamina tubuh yang memadai. Sudah saatnya menyempurnakan kualitas hidup dengan aktivitas seks yang sehat dan memuaskan.


Anda Serius Ingin Mengakhiri Ejakulasi Dini?, Ingin Memuaskan Istri Yang Anda Cintai? Ingin Berhubungan Intim Berjam-Jam?
Silahkan Klik
Disini
 

Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda? Klik Disini