Home » Kehamilan » 8 Cara Pencegahan dan Pengobatan Keputihan Saat Hamil

8 Cara Pencegahan dan Pengobatan Keputihan Saat Hamil

keputihan-saat-hamilKeputihan saat hamil secara umum adalah hal yang wajar mengingat perubahan produksi hormon estrogen didalam tubuh. Keputihan terjadi karena ketidakstabilan produksi hormon diiringi dengan peningkatan produksi cairan ketuban dan penumpukan sel kulit mati di area vagina serta rahim. Dalam dunia medis, keputihan yang terjadi pada saat hamil, dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Kandidosis vulvova vaginal

Penyakit keputihan yang satu ini disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans didalam vagina. Pertumbuhan jamur Candida albicans sendiri umumnya disebabkan oleh beberapa kebiasaan, seperti:

  • Konsumsi antibiotik secara berlebih atau tanpa resep dokter dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh,
  • Efek samping yang muncul dari gejala diabetes pada ibu hamil,
  • Kebiasaan konsumsi makanan berlemak dalam kadar lebih dari 1000kal,
  • Menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan nilon atau bahan yang tidak mampu menyerap keringat dengan sempurna.

Masing-masing penyebab diatas umumnya menimbulkan beberapa gejala seperti keluar cairan berwarna putih kental yang berbau sangat tajam, area vagina terasa panas dan gatal, rasa nyeri saat berhubungan seksual dengan pasangan, vagina mengalami pembengkakan, dan sulit buang air kecil.

Ketika gejala dari keputihan jenis ini tidak diobati dengan benar umumnya nutrisi yang disalurkan ke tubuh janin tidak bisa terserap dengan baik, sebagai akibatnya bayi akan menderita cacat tubuh atau lahir prematur.

  • Trikomoniasis

Penyebab utama keputihan trikomoniasis adalah Trichomonas vaginalis. Protozoa yang satu ini umumnya bisa menginfeksi wanita hamil ketika melakukan hubungan seksual dan kondisi alat kelamin dalam keadaan lembab atau luka.

Keputihan saat hamil yang disebabkan oleh protozoa satu ini memberikan gejala keputihan yang berwarna kuning pekat atau kehijauan. Gejala lain yang menyertai penyakit umumnya adalah rasa nyeri saat buang air kecil, rasa terbakar di area vagina, dan pendarahan yang mungkin terjadi pada saat berhubungan seksual.

  • Vaginosis bakterialis

Penyakit keputihan yang satu ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dalam area vagina yang dipicu oleh ketidakstabilan hormon dan kondisi vagina yang terlalu lembab karena sang wanita hamil tidak mampu menjaga kebersihan vaginanya.

Umumnya gejala yang diperlihatkan hampir sama dengan gejala pada penyakit kandidosis vulvova vaginal dan saat gejala yang dirasakan makin parah, efek samping yang mungkin terjadi adalah penyakit radang panggul dan infeksi yang menyebabkan bayi lahir prematur.

Setelah Anda memahami jenis-jenis keputihan saat hamil yang mungkin terjadi pada seorang wanita, Anda harus tahu benar bagaimana metode pencegahan dan pengobatannya, seperti berikut ini.

Metode pencegahan

  • Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai upaya pencegahan adalah mengkonsumsi air dalam jumlah lebih dari 2L per hari. Air yang dikonsumsi dapat digunakan untuk menetralkan pH vagina dan mempercepat proses detoksifikasi racun dari dalam tubuh.
  • Metode pencegahan berikutnya adalah menggunakan celana dalam yang cukup longgar dan terbuat dari bahan 100% katun. Dengan begitu, kelembaban di area vagina tetap terjaga dengan baik dan infeksi yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri bisa dihindari.
  • Setelah buang air kecil, lap dengan handuk atau tisu khusus dari arah depan ke belakang secara perlahan. Dalam hal ini, pastikan handuk yang Anda gunakan memiliki serabut lembut dan jika Anda menggunakan tisu, gunakan tisu yang tidak mengandung parfum dan memiliki rongga padat.
  • Jangan membersihkan area vagina dengan menggunakan sabun mandi dan gunakan sabun khusus yang memiliki pH serupa dengan vagina.
  • Ketika Anda melakukan olahaga renang dalam rangka memudahkan proses persalinan, gunaan pakaian renang yang tidak terlalu ketat dan segera ganti dengan pakaian yang kering setelah selesai berenang.
  • Jangan menyemprotkan atau menggunakan bahan kimia yang Anda tidak tahu persis apa kandungan senyawanya ke sekitar area vagina. Hal ini karena adanya kemungkinan pH dan kelembaban vagina bisa terganggu dan pasokan nutrisi untuk janin menjadi terhambat.
  • Sebagai upaya pencegahan dari keputihan saat hamil, tidak ada salahnya Anda tidur tanpa menggunakan celana dalam. Hal tersebut karena sirkulasi udara yang berlangsung saat Anda tidak menggunakan celana dalam bisa menjadi lebih lancar dan kelembaban vagina tetap terjaga.
  • Selama hamil, usahakan untuk buang air secara teratur, jangan menahan keinginan Anda untuk buang air kecil terlalu lama, karena hal tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri di sekitar area vagina.

Metode pengobatan

Setelah memahami metode pencegahan agar seorang wanita tidak terserang keputihan saat hamil, Anda juga harus mempelajari bagaimana metode pengobatan alami atau herbal yang bisa dilakukan agar seorang wanita tidak terserang keputihan selama mengandung buah hati.

  • Daun sirih

Ambil daun sirih yang masih muda dan didihkan dalam air. Setelah matang, Anda bisa memakai air rebusan sebagai air pembasuh area vagina setiap mandi pagi dan sore. Lakukan metode ini rutin selama satu minggu dan Anda akan melihat hasilnya tanpa efek samping apapun.

  • Bawang putih

Pengobatan keputihan saat hamil dapat dilakukan dengan mengupas satu siung bawang putih, kemudian memipihkannya dan mengoleskannya di area dekat vagina, biarkan hingga cairan bawang putih meresap pada pori kulit dan membunuh bakteri atau jamur penyebab keputihan.

  • Cuka apel dan baking soda

Campurkan cuka apel dan baking soda dengan perbandingan 2:1 untuk bilasan area vagina. Cara ini bisa dilakukan 2 kali sehari setelah mandi untuk menjaga kelembaban sekaligus menghindari infeksi bakteri yang menyebakan keputihan.

  • Yogurt

Dalam sehari, Anda bisa mengkonsumsi 200 gram plain yogurt untuk menjaga kelembaban vagina dan menghindarkannya dari infeksi bakteri yang berbahaya. Hanya saja, konsumsi yogurt bisa diimbangi dengan konsumsi buah maupun biji-bijian untuk meningkatkan nutrisi janin.

  • Biji mangga

Pengobatan dengan biji mangga dapat ditempuh dengan cara menghaluskan biji mangga kering yang dicampur dengan 100ml air hangat sebelum dioles ke vagina sebagai krim pembersih dan pengobatan alami keputihan.

  • Akar mawar

Ketika Anda sering merasa vagina panas atau gatal karena keputihan, rebus 100 gram akar mawar yang sudah dibersihkan kedalam 1000ml air. Didihkan hingga tersisa hanya sekitar 500ml dan minum air segera setelah makan. Jika terasa pahit, Anda bisa menambahkan madu kedalamnya.

  • Kunyit

Rebus 2 rimpang kunyit yang sudah dikupas dan dipipihkan bersama segenggam daun beluntas, asam jawa, serta 20 gram gula aren dalam 1000ml air. Saat mendidih dan hanya tersisa 600ml, bagi rebusan kedalam 2 gelas untuk diminum setiap pagi dan malam.

  • Ketumbar

Ketumbar mengandung antioksidan dan antibakteri yang mampu menyembuhkan keputihan. Cara pengobatan dengan ketumbar bisa dilakukan dengan cara merendam segenggam biji ketumbar dalam 300ml air hangat semalaman.

Saat pagi, minum air ketumbar yang sudah disaring terlebih dahulu bersama satu sendok teh madu.
Semoga bahasan diatas dapat membantu Anda yang mengalami masalah keputihan saat hamil dan dapat sembuh tanpa efek samping apapun.


Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda?, Ingin Bertahan lama diatas ranjang..? Ingin Menjadi lebih perkasa ketika bercinta?
Silahkan Klik
Disini
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*