Home » Kehamilan » 12 Cara Agar Tidak Hamil Terlebih Dahulu

12 Cara Agar Tidak Hamil Terlebih Dahulu

Memiliki keturunan adalah impian banyak pasangan. Pasangan yang dimaksud adalah pasangan yang siap untuk menjadi orang tua dengan kondisi masing-masing sudah dewasa secara umur dan juga pola pikir, cukup mapan dan juga tidak terkendala beban lain yang memberatkan. Semisal, Anda dan pasangan menikah di usia muda sesaat setelah keluar SMA.

Suami belum berpenghasilan dan istri masih suka jajan layaknya siswi sekolah. Kondisi seperti ini jika ditambah dengan kehadiran buah hati kemungkinan besar akan menambah stres dan percekcokan. Meski pada kenyataannya rizki sudah ada yang mengatur alangkah baiknya jika manusia juga bersiap-siap terlebih dahulu sebab tidak semua orang siap menjalani bagian dari proses kehidupan yang pahit. Selain itu, ada pula pasangan yang sangat subur.

Hampir setiap 1,5 tahun sekali memiliki anak hingga pasangan kuwalahan untuk merawat anaknya tanpa baby sitter. Dalam kondisi tersebut Anda bisa menunda kehamilan dengan melakukan 12 cara agar tidak hamil berikut ini.

1. Hindari onani atau masturbasi

Onani dan masturbasi merupakan cara yang ditempuh saat seseorang tidak memiliki pasangan untuk menyalurkannya. Terkadang hasrat seksual yang tidak terbendung karena stimulus dari luar maupun faktor hormonal kerap memancing seseorang untuk melakukan kedua hal yang dianggap tabu ini.

Pada kenyataanya, baik onani maupun masturbasi yang dilakukan terlalu sering akan membuat seseorang mudah untuk ejakulasi dini. Nah, jika sudah begini maka sperma akan mudah keluar sehingga saat berhubungan intim dengan pasangan akan mudah menyemprotkan sel sperma meski dalam waktu hubungan yang sangat singkat. Btw, jika sudah memiliki pasangan yang sah, kenapa masih harus onani dan masturbasi? Mubazir dong!. hehe

2. Rajin berolahraga

Rajin olahraga adalah tips dan usaha yang ampuh untuk mencegah datangnya berbagai macam penyakit dan juga untuk menjaga kebugaran tubuh. Saat tubuh Anda sehat dan bugar maka Anda akan kuat bertanding lebih lama di ranjang.

Pertandingan yang lama akan membuat Anda dan pasangan sama-sama puas tetapi tidak berarti tubuh akan segera mengeluarkan cairan sehingga potensi untuk hamilpun menjadi lebih sedikit. Dalam hal ini efek rajin berolahraga dan juga mengonsumsi obat kuat hampir sama.

3. Tidak mengeluarkan sperma di dalam rahim

Salah satu metode kontrasepsi tradisional tanpa bahan kimia adalah dengan cara tidak mengeluarkan sperma dalam rahim. Alat vital pria bisa ditarik keluar saat akan mengeluarkan sperma sehingga kehamilan tidak akan terjadi.

Metode ini cukup menyehatkan dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain yang berakibat pada perubahan postur tubuh wanita secara drastis (jadi gemuk atau kurus banget) dan juga kesehatan menurun pada usia tertentu.

4. Tidak berbaring setelah berhubungan sex

Setelah berhubungan intim, agar tidak hamil sebaiknya Anda tidak berbaring terlebih dahulu meski dalam kondisi sedang capek. Saat tubuh berbaring maka akan mempercepat proses jalannnya sperma menuju sel telur dalam rahim. Anda bisa duduk sejenak, berdiri ataupun melakukan aktivitas lain asalkan tidak dalam keadaan tiduran.

5. Kontrasepsi hormonal

Ada berbagai macam metode kontrasepsi. Salah satunya adalah dengan metode kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi ini biasanya tersedia dalam bentuk pil, suntik dan juga susuk dimana suntik bisa dilakukan sebulan sekali, konsumsi pil tiap hari dan susuk dalam kurun waktu tahunan.

Cara kerja ketiga alat kontrasepsi tersebut adalah dengan memasukkan hormon yang sama seperti estrogen dan progesteron ke dalam tubuh yang akan bereaksi dengan organ dalam tubuh untuk menghalangi proses pembuahan antara sel sperma dan sel telur. Alat kontrasepsi ini adalah yang paling banyak dipilih oleh para wanita.

6. Kontrasepsi Penghalang

Masih ingat iklan kondom dengan model-model cantik yang aduhai? Ya, kondom adalah sampel dari kontrasepsi penghalang (barrier) yang bekerja dengan cara menghalangi jalannya sel sperma untuk masuk dan membuahi sel telur. Dibandingkan dengan kontrasepsi lain, penggunaan kontrasepsi kondom sedikit berisiko sebab tidak jarang kesalahan teknis dalam proses produksi kondom menyebabkan kebocoran sperma.

Kesalahan teknis tersebut misalnya kondom yang bocor ataupun dibuat dengan kualitas rendah sehingga sperma masih bisa membuahi sel telur. Kehamilan karena penggunaan alat kontrasepsi kondom masih banyak terjadi.

7. Kontrasepsi AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Alat kontrasepsi dalam rahim terbukti ampuh untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi ini biasanya terbuat dari bahan tembaga berbentuk huruf T yang ditempelkan di bagian vagina. Bahan tersebutlah yang akan menghalangi jalannya sel sperma menuju sel telur. Biasanya metode kontrasepsi yang satu ini juga disebut metode sterilisasi.

8. Kontrasepsi Permanen

Alat kontrasepsi yang satu ini 99 persen efektif dan efisien. Jika diterapkan pada laki-laki disebut dengan vasektomi sedangkan jika dilakukan pada perempuan disebut dengan tubektomi. Masing-masing cara tersebut dilakukan dengan menonaktifkan organ tertentu yang bisa memungkinkan bertemunya sel sperma dan sel telur sehingga kehamilan tidak akan terjadi secara permanen. Jika masih ingin memiliki momongan di kemudian hari, pilihan metode ini sangat tidak direkomendasikan.

9. Tidak orgasme secara bersamaan

Klimaks memang merupakan titik yang ingin dicapai oleh masing-masing pasangan entah itu untuk menyalurkan hasrat ataupun menghilangkan rasa capek karena aktivitas yang padat di luar sana. Akan tetapi jika Anda dan pasangan berencana untuk tidak memiliki momongan terlebih dahulu sebaiknya tidak melakukan orgasme secara bersamaan. Jika sel telur dan sel sperma bertemu pada saat orgasme kemungkinan besar akan terjadi kehamilan.

10. First sex

First sex belum tentu menyebabkan kehamilan. Kenapa? Karena hubungan intim yang dilakukan pertama kali belum tentu akan merobek selaput dara pada vagina. Jika selaput dara belum sobek maka sperma tidak akan bisa masuk untuk membuai sel telur.

11. Metode ritmik

Metode ritmik bisa Anda terapkan dengan cara mengubah posisi berhubungan seks yang minim kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Posisi seks tradisional dengan laki-laki diatas dan perempuan di bawah adalah posisi yang paling mudah untuk melakukan pembuahan.

Selain itu, Anda dan pasangan juga bisa melakukan hubungan intim tidak pada masa ovulasi atau masa subur. Masa subur umumnya terjadi pada hari kedua setelah haid hingga 14 hari kemudian.

12. Obat penguat

Penggunaan obat kuat baik itu dalam bentuk gel maupun kapsul sejatinya hanya akan memperlama durasi hubungan intim yang tentunya akan membuat Anda dan pasangan menjadi lebih puas. Tetapi proses hubungan intim yang lama tidak menjamin sperma akan keluar pada saat bersamaan dengan sel telur. Selain itu, sperma akan keluar dalam durasi lebih lama tidak seperti pada proses ejakulasi dini.

Kedua belas cara agar tidak hamil di atas akan membantu Anda untuk mengatasi bagaimana cara agar tidak mendapatkan keturunan terlebih dahulu. Menunda untuk memiliki keturunan bukanlah hal buruk selama alasan dibalik semua itu adalah niat yang baik dan demi kebaikan bersama. Selamat mencoba.


Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda?, Ingin Bertahan lama diatas ranjang..? Ingin Menjadi lebih perkasa ketika bercinta?
Silahkan Klik
Disini
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*