Home » Kehamilan » Bercinta Saat Hamil

Bercinta Saat Hamil

Bercinta saat hamil bukan merupakan suatu masalah yang menakutkan atau membahayakan. Melakukan hubungan seksual pada waktu seorang wanita sedang mengandung tetap diperbolehkan sejauh hal tersebut tidak membahayakan ibu dan janin yang ada di dalam kandungannya.

Hampir sebagian besar wanita yang sedang hamil mengalami apa yang namanya mual-mual ataupun berbagai macam perasaan dan kondisi yang tidak enak lainnya. Hal tersebut sering sekali terjadi pada saat kandungannya berada pada usia yang masih muda.

Saat kandungan ada pada trimester pertama, yaitu pada waktu kandungan berumur 1 bulan sampai dengan 3 bulan, di situlah saat-saat puncak seorang wanita mengalami segala yang tidak enak. Selain mual, banyak yang mengalami rasa lelah yang luar biasa.

Banyak para wanita yang sedang mengandung dan tentu saja suami mereka mempunyai kekhawatiran bercinta di saat hamil akan membuat posisi janin menjadi tidak aman. Bisa berakibat fatal, berdampak buruk, dapat menyebabkan keguguran.

Sebetulnya sah-sah saja mereka memiliki anggapan seperti itu. Karena memang pada dasarnya usia kandungan yang masih sangat muda, yang masih berusia 1 sampai dengan 3 bulan, biasanya masih berada pada posisi yang rawan.

Kandungan yang umurnya masih ada di trimester pertama memang masih belum kuat keadaannya. Janin yang ada di dalam belum tumbuh dengan sempurna. Oleh karena itulah pada trimester pertama kehamilannya, seorang wanita benar-benar harus menjaga kandungannya dengan sebaik mungkin.

Melakukan aktifitas seksual pada saat hamil aman untuk dilakukan apabila kita mengetahui dengan baik bagaimana cara-caranya yang benar. Mengetahui dengan pasti posisi yang aman pada saat kita berhubungan seks.

Posisi berhubungan seks pada pasangan suami istri ada berbagai macam. Namun tidak semua posisi tersebut akan aman dilakukan pada saat seorang wanita sedang mengandung. Hanya posisi tertentu saja yang masih boleh dilakukan.

Yang paling aman dilakukan oleh wanita yang sedang hamil adalah posisi tradisional. Yang dimaksud dengan posisi tradisional adalah si suami berada di atas. Ada hal yang harus diperhatikan di sini, yaitu ibu hamil jangan sampai terlentang dalam posisi yang lama.

Terlentang dalam waktu yang sangat lama akan membuat janin menekan pembuluh darah yang terdapat di dalam tubuh ibunya. Hal tersebut dapat menyebabkan panggul ibu menjadi tertekan. Efeknya dapat membuat ibu merasa pusing.

Posisi yang juga masih diperbolehkan adalah posisi bersenggama yang dilakukan dari samping. Melakukan hubungan seks dari arah belakang juga masih boleh dipraktekkan. Oral seks juga masih dianggap aman asalkan vagina tidak kemasukan udara.

Pembuluh darah yang ada di dalam tubuh si ibu hamil akan terhambat apabila vaginanya kemasukan udara yang ditiup oleh suaminya. Terhambatnya pembuluh darah tersebut akan mengakibatkan terjadinya emboli udara.

Adanya emboli udara akan berpengaruh tidak baik terhadap kondisi kesehatan jantung. Kalau sudah demikian akan membahayakan nyawa janin yang dikandungnya.

Supaya lebih aman lagi, supaya terhindar dari infeksi yang mungkin ada, pada saat melakukan hubungan seksual, para suami sangat dianjurkan untuk memakai kondom. Kalau hal ini tidak dilakukan, dikhawatirkan bisa mendatangkan bahaya bagi kesehatan si ibu dan juga janinnya.
Ada posisi yang tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, yaitu seks anal.

Bakteri yang ada di dalam dubur ibu hamil ditakutkan akan menyebar, masuk ke dalam vaginanya. Ibu hamil yang menderita hemoroid sangat tidak disarankan untuk melakukan senggama dengan posisi anal seks ini.

Orgasme biasanya terjadi setelah kita melakukan hubungan intim. Namun orgasme bisa saja timbul tanpa kita harus berhubungan seksual. Bayi tidak akan sampai lahir prematur karena orgasme tersebut. Ada air ketuban yang melindungi tubuh si bayi. Selain itu rahim juga ditopang oleh kokohnya otot si ibu hamil.

Bersenggama di waktu hamil masih aman dilakukan. Namun bukan berarti tidak ada resikonya, resiko bagi kesehatan si janin. Resiko yang dapat timbul di antaranya adalah menjadi tidak normalnya kromosom si ibu hamil.

Resiko yang lainnya lagi adalah bahwa si ibu hamil akan merasakan kontraksi di uterusnya. Kontraksi pada uterus yang terjadi setelah berhubungan intim beda rasanya dibandingkan dengan yang dirasakan pada saat bayi mau lahir.

Ibu hamil yang kondisi kesehatannya baik-baik saja, akan aman melakukan hubungan seks. Namun aktifitas seksual tersebut harus diberhentikan untuk sementara waktu apabila si ibu mempunyai beberapa masalah.

Masalah-masalah tersebut antara lain terjadinya pendarahan secara terus-menerus tanpa diketahui penyebabnya yang jelas. Bocornya cairan ketuban, pernah mengalami persalinan yang prematur juga terbukanya leher rahim yang belum pada waktunya.

Ibu hamil yang sedang menderita placenta privea juga disarankan untuk tidak bercinta terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan placenta privea adalah melekatnya plasenta pada bagian bawah rahim. Hal ini bisa menyebabkan bukaan leher rahim tertutup.

Melakukan hubungan intim di saat hamil sebetulnya malah sangat disarankan, tentunya selama si ibu dan janinnya sehat dan kuat. Karena kegunaannya yang begitu banyak bagi ibu hamil. Hubungan seks dianjurkan sampai orgasme terjadi.

Orgasme yang dirasakan ibu hamil akan merilekskan tubuhnya. Perasaan-perasaan tidak enak yang terjadi selama kehamilan, seperti muntah, mual, kaki yang bengkak atau cepat merasa lelah akan berkurang.

Di samping itu, ada perasaan yang lebih penting. Ibu hamil akan merasakan kedekatan yang lebih mendalam lagi dengan suaminya. Bercinta dengan suami, akan mendatangkan perasaan yang lebih intim lagi. Bukan kebutuhan biologis saja yang terpenuhi.

Berhubungan intim yang dilakukan pada saat hamil juga akan mendatangkan rasa percaya diri pada diri si ibu. Pada waktu hamil, tentu saja bentuk tubuh seorang wanita akan berubah drastis. Dengan bercinta, diharapkan akan membuat si ibu menerima bentuk tubuhnya yang baru.

Manfaat yang lainnya lagi adalah bahwa bercinta pada saat hamil, akan membuat otot-otot panggul si ibu semakin kuat. Jika hubungan seks rutin kita lakukan, maka akan semakin bagus dan menguntungkan otot panggulnya.

Latihan untuk memperkuat otot-otot panggul ini biasanya dikenal dengan nama senam kegel. Senam kegel yang dilakukan secara teratur, dapat membuat gairah seksual kita meningkat. Kegunaan lainnya lagi yaitu dapat mencegah terjadinya turun bero pada usia lanjut nanti.

Bercinta saat hamil, tidak hanya aman dilakukan pada saat kehamilan muda, namun juga masih aman dilakukan pada saat si ibu sudah hamil tua. Pada saat usia kandungan si ibu masuk di minggu-minggu terakhir, yaitu di minggu ke-34 sampai dengan minggu ke-36.

Posisi yang masih aman dilakukan pada saat hamil tua di antaranya adalah gaya sendok. Posisi si ibu berada di depan suaminya. Sambil berpenetrasi, si suami melakukan gaya menyendok. Gaya sendok ada baiknya dilakukan di kasur yang empuk dan lembut.


Anda Serius Ingin Mengakhiri Ejakulasi Dini?, Ingin Memuaskan Istri Yang Anda Cintai? Ingin Berhubungan Intim Berjam-Jam?
Silahkan Klik
Disini
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*