Home » Kehamilan » 10 Gejala Hamil yang Wajib Diketahui Ibu

10 Gejala Hamil yang Wajib Diketahui Ibu

Gejala hamil kerap ditunggu-tunggu oleh pasangan yang tengah mengharapkan buah hati. Mereka seringkali melakukan tes menggunakan tes pack untuk melihat apakah terjadi kehamilan atau tidak. Tak sedikit pula yang langsung datang menemui dokter untuk memastikan adanya pembuahan.

Semua hal tersebut wajar memang, mengingat kehamilan menjadi anugerah terindah dalam rumah tangga. Terlebih untuk pasangan yang telah menanti sekian tahun demi kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka.

Pertanda kehamilan sendiri bisa dibilang sangat mudah terlihat pada ibu hamil. Kehamilan muda sekalipun memberikan tanda-tanda sendiri pada tubuh sang ibu. Kondisi trsebut menandakan bahwa ada janin yang tengah bertumbuh dan kembang.

Sehingga mengharuskan sang ibu untuk lebih berhati-hati dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Cara seperti ini selalu dianjurkan oleh dokter demi mendapati bayi yang terlahir sehat, cerdas dan tanpa kekurangan suatu apapun.

Tanda kehamilan yang paling mudah dikenali adalah terlambatnya datang bulan dari siklus menstruasi rutin. Biasanya hal tersebut selalu disadari oleh wanita yang rajin menandakan masa subur dan siklus bulanan.

Terlambat datang bulan memang tak selalu menandakan seseorang hamil, namun adapula gejala lainnya. Bisa saja kondisi tubuh yang terlalu lelah serta stres, hingga mempengaruhi siklus menstruasi. Oleh karena itu, ada baiknya Anda langsung memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

Bukan hanya haid yang datang terlambat, adapula beberapa gejala yang bisa Anda kenali sebagai kehamilan muda, yakni.

Mual disertai muntah
Salah satu pertanda kehamilan yang paling umum dikenal adalah morning sickness. Morning sickness sendiri adalah mual dan muntah yang kerap datang di pagi hari. Umumnya ibu hamil akan merasakan gejala hamil ini satu bulan setelah hari haid pertama.

Walaupun mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari, namun kebanyakan ibu hamil merasakannya di pagi hari. Hal tersebut dikarenakan naiknya asam lambung dan kadar hormon beta-HCG di waktu malam hari.

Guna menyiasatinya, sebaiknya ibu hamil tak membiarkan perut dalam keadaan kosong saat tidur. Makanlah sesering mungkin untuk menghindair morning sickness terlalu parah di pagi hari. Tak harus dalam porsi jumbo, cukup konsumsi yang Anda rasa bergizi bagi kandungan.

Ingat, hamil bukan berarti makan 2 kali lipat dari biasanya, namun 2 kali lebih bergizi. Tambahan kalori yang dibutuhkan oleh janin tak lebih dari 300 kalori setiap hari agar terhindar dari obesitas.

Bercak atau flek darah
Layaknya wanita menstruasi, bercak darah akan muncul pula pada masa kehamilan awal. Flek darah tersebut terjadi pada rentan waktu 8 – 10 hari setelah proses pembuahan atau ovulasi terjadi. Bercak darah sendiri menjadi penanda bahwa sel ovum telah dibuahi oleh sperma dan mencapai dinding rahim.

Nantinya akan keluar bercak darah layaknya menstruasi, namun tak sebanjir masa menstruasi. Maka dari itu kenali flek darah yang menjadi pertanda kehamilan atau menstruasi supaya tak salah sangka.

Buang air kecil
Jangan salah, pada masa kehamilan Anda akan dibuat geleng-geleng kepala dengan kebiasaan buang air kecil yang terlalu sering. Kondisi tersebut normal memang, mengingat adanya penekanan pada kantung kemih akibat pembesaran rahim. Mau tak mau kantung kemih pun harus sesering mungkin mengeluarkan isi yang terdapat di dalamnya. Makin besar kandungan seseorang, maka makin sering pula frekuensi tersebut terjadi, terutama pada malam hari.

Kram perut
Bagi seorang wanita, kram perut mungkin menjadi suatu hal yang lumrah ketika menstruasi datang. Begitu pula yang terjadi saat masa kehamilan tengah Anda rasakan, yakni kram perut. Hanya saja kram yang terjadi dirasakan sangat teratur dan pada waktu tertentu saja. Rasa kram akan berlangsung sampai usia kandungan mencapai trimester kedua. Dimana uterus telah menemukan posisi terbaiknya, yakni berada di tengah-tengah dan dapat disanggah oleh panggul.

Payudara membengkak
Perubahan yang terjadi pada masa kehamilan terhitung menyeluruh, sebab semua bagian tubuh terlihat berbeda. Payudara pun mengalami perubahan, dimana terlihat lebih kencang, padat dan sensitif terhadap sentuhan. Hormon di awal kehamilanlah yang menyebabkan terjadinya perubahan pada payudara Anda. Puting pada payudara akan terlihat lebih menggelap, namun pembuluh darah di bagian bawah tubuh terlihat jelas saat diperhatikan secara seksama.

Konstipasi
Anda harus berdamai dengan sembelit atau konstipasi yang terjadi selama masa kehamilan. Peningkatan hormon progesterone mengakibatkan sembelit atau sulit buang air besar. Hormon progesterone sendiri menyebabkan terjadinya pengenduran pada otot-otot dinding usus halus. Hal tersebut tentunya membuat sang ibu sulit untuk buang air besar, dikarenakan sistem pencernaan yang melambat. Meskipun demikian, penyerapan nutrisi dari ibu ke anak jauh lebih maksimal saat masa kehamilan berlangsung.

Lelah berlebihan
Hindari konsumsi kafein ketika Anda tengah hamil muda maupun memasuki trimester lanjut. Pasalnya kafein dapat memicu bahaya pada buah hati atau janin yang Anda kandung. Kafein mungkin saja efektif meredakan rasa lelah yang berlebihan saat hamil, namun tak baik bagi kehamilan sendiri.

Mudahnya rasa lelah sebagai gejala hamil sendiri muncul akibat peningkatan hormon progesterone. Tubuh melakukan penyesuaian akan perubahan yang terjadi selama masa tersebut.

Selain peningkatan hormon progesterone, kelelahan pun dipicu oleh perubahan detak jantung dan sistem metabolisme tubuh. Masa-masa tersebut terasa sangat parah saat usia kehamilan berada di 3 bulan awal.

Anda rasanya hanya ingin bermalas-malasan seharian di atas kasur tanpa ingin melakukan sesuatu apapun. Menurunnya kadar gula dalam darah serta tekanan darah rendah pun dapat memicu kelelahan. Sebaiknya kelola rasa lelah tersebut secara efektif agar tak merujuk pada depresi akut.

Bentuk tubuh
Coba perhatikan tubuh Anda, ada perubahan bukan yang terjadi selama masa kehamilan? Selama masa tersebut, tak hanya perut yang mengalami pembengkakan ataupun payudara, namun seluruh tubuh.

Bokong Anda akan terasa lebih berisi dan kencang, paha serta lengan yang terlihat menggemuk dan bagian dada. Semua perubahan tubuh terjadi akibat penyesuaian dengan adanya janin yang tengah berkembang. Jangan terlalu khawatir dengan hal tersebut, bahkan merasa tak percaya diri dengan bentuk tubuh sendiri.

Ngidam
Anda yang biasanya tidak menyukai makanan tertentu menjadi sangat ingin dan mencari-carinya. Begitu pula sebaliknya, makanan yang biasa Anda konsumsi menjadi tidak mengenakkan, bahkan Anda hindari.

Wajar memang karena terjadi peningkatan hormon beta-HCG pada tubuh sang wanita. Hormon tersebut mengakibatkan bau-bauan menjadi lebih sensitif, sehingga Anda malas untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Ikuti saja apa yang diinginkan tubuh tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.

Perubahan mood
Suasana hati Anda menjadi tak seimbang selama masa kehamilan terjadi. Anda bisa saja tertawa bahagia suatu waktu dan menangis sesenggukan di waktu yang lain. Perubahan mood semacam ini terbilang drastis, sebab terjadi dalam rentan waktu singkat. Ibu hamil memang terbiasa marah tanpa sebab akibat peningkatan hormon di dalam tubuh. Gejala hamil semacam ini tak perlu dikhawatirkan, sebab tubuh hanya menyesuaikan perubahan yang tengah terjadi.


Anda Serius Ingin Memuaskan Istri Anda?, Ingin Bertahan lama diatas ranjang..? Ingin Menjadi lebih perkasa ketika bercinta?
Silahkan Klik
Disini
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*